Mengenal Seputar Hidrokele Pada Anak

Oleh dr. Bastomy Eka Rezkita

Pembesaran kantung testis terutama pada anak-anak kerap membuat orang tua menjadi sangat khawatir. Lantas apakah pembesaran tersebut ? dan apakah berbahaya ?

Kondisi pembesaran kantung testis yang dimaksud adalah hidrokel. Hidrokel merupakan suatu keadaan dimana skrotum mengalami pembengkakan akibat adanya retensi atau penumpukan cairan di dalamnya. Cairan yang menumpuk di sekitar skrotum mungkin akibat adanya gangguan pada lapisan jaringan antara skrotum dengan organ perut (usus). Selain itu, penumpukan cairan juga bisa disebabkan karena ketidak seimbang produksi dan penyerapan cairan di dalam tubuh. Hidrokel umumnya tidak membahayakan dan tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, orang yang mengalami kondisi ini mungkin akan merasa tidak nyaman. Kondisi ini lebih banyak ditemukan pada bayi, bahkan saat bayi masih berada di dalam kandungan. Namun, tidak jarang pula kondisi ini dialami oleh laki-laki yang beranjak dewasa.

Sebenarnya kondisi hidrokel cukup jarang terjadi. Kasus ini terjadi hanya sekitar 10% kelahiran bayi laki-laki. Persentasenya pun semakin menurun pada laki-laki yang beranjak dewasa, yaitu sekitar 1 persen saja. Kondisi ini umumnya akan hilang dengan sendirinya, terutama setelah bayi berusia 6 hingga 24 bulan. Namun, pada beberapa kasus, penumpukan cairan di sekitar skrotum masih akan menetap hingga bayi tumbuh besar. Hidrokel yang terjadi pada bayi lebih banyak dalam kasus kelahiran premature atau kurang bulan.

 Tanda dan gejala hidrokel

Penderita hidrokel pada banyak kasus tidak menimbulkan gejala. Gejala baru akan dirasakan ketika ukuran skrotum bertambah besar. Ukuran pembengkakan ini dapat berubah-ubah dalam sehari. Umumnya, gejala yang akan dirasakan seperti rasa tidak nyaman pada skrotum, nyeri pada skrotum, kulit skrotum kemerahan, skrotum terasa berat, rasa tertekan pada bagian pangkal penis. Dan pembengkakan terasa lebih besar saat pagi hari dibandingkan malam hari.

Pada bayi, umumnya hidrokel akan hilang dengan sendirinya. Namun, apabila hidrokel tidak kunjung hilang setelah usia satu tahun, segera bawa anak anda ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan ketika menemukan gejala hidrokel yang terasa memburuk, seperti munculnya nyeri dan pembengkakan yang mengganggu.

Kepustakaan

  1. Cleveland Clinic. Hydrocele. Diakses pada Agustus 2022.
  2. Grow by Web MD. Hydrocele. Diakses pada Agustus 2022.
  3. Martin, D. WebMD (2020). Hydrocele. Diakses pada Agustus 2022.
  4. Parke, J. Medscape (2020). Hydrocele. Diakses pada Agustus 2022.
  5. Sumber gambar: Freepik

Leave a Reply

Your email address will not be published.