Pentingnya Nutrisi Saat Kehamilan

Oleh: Dani Saputri, Amd. Keb.

Kehamilan adalah hal yang dinantikan bagi pasangan suami istri, namun banyak hal yang biasanya terlupakan saat sebelum kehamilan itu terjadi maupun setelah kehamilan itu terjadi, yaitu pentingnya akan asupan nutrisi bagi si calon buah hati maupun proses untuk pemenuhan nutrisi disaat 1000 hari kehidupan pertama.

Kehamilan adalah bertemunya sel ovum dan sel sperma dan akhirnya terjadi pembuahan dan terbentuklah janin, dimana untuk mendapatkan sel ovum dan sel sperma yang sehat dari kedua orang tua maka banyak hal yang harus dilakukan, salah satunya pemenuhan nutrisi untuk kedua orang tua. Untuk calon Ayah bisa banyak mengkonsumsi daging, sayur, buah, kurangi rokok dan hindari alkohol. Sedangkan untuk calon ibu dapat memgkonsumsi daging, ikan, sayur dan banyak buah.

Selama proses kehamilan belum terjadi, ketika pembuahan sudah terjadi maka pemenuhan nutrisi wajib untuk calon ibu, beberapa diantaranya adalah:

  1. Protein

Protein digunakan untuk: pembentukan jaringan baru baik plasenta dan janin, pertumbuhan dan diferensiasi sel, pembentukan cadangan darah dan persiapan masa menyusui. Contohnya seperti Daging, ikan, telur, tempe, dan kacang kacangan.

  1. Karbohidrat

Karbohidrat kompleks mengandung vitamin dan mineral, serta meningkatkan asupan serat untuk mencegah terjadinya konstipasi.

  1. Mineral

Mineral mencakup zat besi, zat seng, kalsium, yodium, fosfor, flour dan natrium.

  1. Lemak

Lemak merupakan sumber tenaga dan untuk pertumbuhan jaringan plasenta. Selain itu, lemak disimpan untuk persiapan ibu sewaktu menyusui. Kadar lemak akan meningkat pada kehamilan tirmester III.

  1. Vitamin

Vitamin, seperti: Asam folat, Vitamin A, Vitamin B, Vitamin C, Vitamin D, Vitamin E dan Vitamin K. Sumber vitamin ini bisa didapat dari hati, kuning telur, biji-bijian, sayur, buah, kacang kacangan, daging dan ikan

Kebutuhan gizi pada masa kehamilan akan meningkat sebesar 15% dibandingkan dengan kebutuhan wanita normal. Peningkatan gizi ini dibutuhkan untuk pertumbuhan rahim (uterus), payudara (mammae), volume darah, plasenta, air ketuban dan pertumbuhan janin. Makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil akan digunakan untuk pertumbuhan janin sebesar 40% dan sisanya 60% digunakan untuk pertumbuhan ibunya. Maka dari itu sangat penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu yang dapat bermanfaat untuk pertumbuhan calon buah hati.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan konsultasikan keluhan Anda dengan dokter kami di Lekasehat.

Sumber gambar: Freepik.

Leave a Reply

Your email address will not be published.