Strabismus atau Mata Juling, Bagaimana Tatalaksananya?

Oleh: dr. Rona Hafida Heriyanto P.

Strabismus atau dalam sehari-hari disebut mata juling membuat kondisi mata menjadi tidak simetris dan lurus. Normalnya, bagian hitam pada mata bergerak simetris dan serasi, namun, seseorang yang juling bagian ini tampak tidak serasi atau berbeda fokus. Dalam istilah medis, strabismus ini terjadi karena kontrol otot mata yang buruk karena gangguan penerimaan sinyal dari otak kepada otot yang menempel pada bola mata.

Pada bayi strabismus muncul wajar pada setahun pertama kehidupan. Strabismus yang muncul pada anak-anak dan dewasa perlu dikonsultasikan kepada dokter spesialis mata. Apabila muncul gejala-gejala strabismus seperti, penglihatan ganda,penurunan pandangan penglihatan, sakit kepala, mata terlihat tidak sejajar dan tidak bergerak Bersama, sebaiknya segera menjalani pemeriksaan.

Tatalaksana yang diberikan kepada penderita strabismus disesuaikan dengan kondisi masing-masing penderita. Beberapa jenis pengobatan strabismus di antaranya, kacamata atau lensa kontak, lensa prisma khusus, latihan mata (ortoptik), obat-obatan, dan operasi mata.

  • Kacamata atau lensa kontak digunakan pada pasien dengan kelainan pemfokusan penglihatan atau refraksi.
  • Lensa prisma khusus digunakan untuk dapat membelokkan cahaya yang masuk ke mata dan membantu mengurangi putaran bola mata saat melihat objek.
  • Latihan/terapi mata bisa diterapkan pada jenis strabismus esotropia. Patching, yakni dengan menggunakan penutup mata untuk melatih mata melihat dengan normal.
  • Obat-obatan seperti suntikan toksin botulinum tipe A (seperti Botox) dapat melemahkan otot mata yang terlalu aktif.
  • Operasi otot mata juga dapat dilakukan dengan mengubah Panjang dan posisi otot mata hingga mata sejajar dengan benar.

Strabismus tidak dapat dicegah, namun, komplikasi strabismus dapat dicegah jika kondisi tersebut terdeteksi sejak dini. Biasanya strabismus pada anak-anak diyakini orang-orang akan hilang atau sembuh sendirinya. Namun, tidak ada salahnya apabila sebagai orang tua juga harus waspada. Komplikasi yang dapat terjadi pada penderita strabismus antara lain, mata malas (ambliopia), penglihatan kabur, ketegangan mata hingga lelah dan sakit kepala. Terlebih lagi, penderita dapat merasa malu bahkan rendah diri karena penampilannya.

Strabismus dengan gejala penglihatan ganda pada anak yang lebih tua, orang dewasa, atau orang lanjut usia dapat mengindikasikan gangguan neurologis yang lebih serius. Oleh karena itu, apabila muncul gejala-gejala strabismus segera konsultasikan ke dokter mata.

Sumber gambar: Free stock

Leave a Reply

Your email address will not be published.