Tips Mencegah Stunting Pada Anak

oleh: Dani Saputri, Amd. Keb.

Stunting merupakan permasalahan yang telah lama terjadi, namun baru beberapa tahun ini masyarakat mulai sedikit demi sedikit memahami apa itu stunting. Di Indonesia sendiri masalah stunting menjadi masalah yang masih cukup tinggi angka kejadiannya.

Stunting sendiri diartikan sebagai masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu cukup lama,sehingga menyebabkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek alias kerdil dari standar usianya.

Sebenarnya masyarakat lebih memahami kondisi ini dari faktor keturunan dari kedua orang tuanya, sehingga masyarakat tidak berbuat apa apa untuk dapat mencegahnya, padahal stunting bisa dicegah walaupun faktor genetik atau faktor keturunan merupakan merupakan faktor determinan yang paling kecil risikonya maupun pengaruhnya dibanding penyebab faktor faktor yang lain.

Berikut merupakan beberapa faktor risiko yang menyebabkan terjadinya stunting:

  1. Berat badan lahir
  2. ASI tidak eksklusif
  3. Pemberian makanan pendamping ASI yang tidak optimal
  4. Pendidikan Ibu
  5. Penyakit infeksi
  6. Panjang lahir
  7. Kelahiran prematur

Untuk itu maka yang harus kita lakukan sekarang setelah mengetahui beberapa faktor resiko terjadinya stunting adalah:

  1. Perbaikan terhadap pola makan

Stunting dipengaruhi dari rendahnya akses terhadap makanan dari segi jumlah dan kualitas gizi, serta sering kali tidak beragam. Bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan kebutuhan sumber protein yang lebih banyak sangat diperlukan, selain itu tetap anjurkan anak untuk konsumsi buah dan sayur.

  1. Perbaikan terhadap pola asuh

Aspek perilaku atau pola asuh orang tua merupakan faktor yang juga dapat mempengaruhi terjadinya stunting, untuk itu harus dapat kita lakukan perbaikan dalam hal ini. Pendidikan orang tua penting untuk dapat mencegah stunting, perilaku yang baik dalam pemberian makanan, pengetahuan tentang gizi anak sangat penting untuk mencegah terjadinya stunting. Pemberian ASI, layanan bersalin di fasilitas kesehatan, dan berikan hak anak untum dapat mendapatkan imunisasi lengkap kepada anak.

  1. Perbaikan sanitasi dan kebutuhan air bersih

Rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan, termasuk didalamnya adalah akses sanitasi dan air bersih yang mendekatkan anak dari resiko ancaman penyakit infeksi, untuk itu selalu biasakan mencuci tangan pakai air mengalir dan sabun, serta tidak membuang air besar sembarangan.

Mari cegah stunting untuk Kesehatan Anak Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan konsultasikan keluhan Anda dengan dokter kami di Lekasehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.